Langit mulai membiru. Matahari mulai memancarkan sinar keindahan. Senyuman Raisa secerah sinar mentari. Raisa dan Rendi (sahabat dekatnya) lari pagi menuju taman pelangi. Saat mereka sampai, mereka duduk dan melepaskan rasa lelah. Di sana terlihat orang-orang yang sedang berpacaran. Raisa dan Rendi tidak memiliki seorang pacar. "Raisa, aku iri deh melihat mereka." Ucap Rendi. "Aku juga, tapi apa boleh buat? Aku kan jomblo." Sambut Raisa. "Eh, gimana kalau kita pura-pura pacaran?" Kata Rendi. "Maksudnya?" Raisa heran. "Iya kita pura-pura berpacaran, tapi hanya dalam waktu 30 hari. Gimana?? Setuju?" Tanya Rendi. "Oke, aku setuju !" Kata Raisa. Akhirnya mereka mulai berpacaran. Rendi pun berjanji akan selalu memberikan bunga mawar kepada Raisa setiap harinya.
Hari ke-1, Rendi menjemput Raisa untuk pergi ke kampus bersama, tak lupa Rendi membawa bunga mawar untuk Raisa. Tok....tok...tok (Rendi mengetuk pintu rumah Raisa). "Iya,, tunggu sebentar !" Sahut Raisa. Raisa pun langsung membuka pintu. "Hai Raisa ! Ini untukmu !" Kata Rendi sambil memberikan bunga mawar itu kepada Raisa. Raisa hanya tersenyum tersipu malu sambil berkata "Terima kasih ya Rendi !". Akhirnya mereka pergi ke kampus bersama. Banyak hal yang mereka lakukan.Mereka ke kampus bersama, ke perpustakaan bersama, dan Rendi juga mengantarkan Raisa pulang ke rumah.
Hari ke-2, Rendi mengirimkan bunga mawar lagi untuk Raisa. Rendi menulis surat di bunga mawar itu. "Raisa, bunga mawar ini untukmu, kupersembahkan untuk wanita terindah." Raisa membaca surat itu dengan rasa penuh bahagia.
Hari ke-3, Rendi mengajak Raisa makan malam bersama di sebuah restoran. Setelah mereka janjian, mereka makan malam bersama di sana. "Raisa, ini semua ku persembahkan hanya untukmu." Kata Rendi. Ternyata Rendi telah mempersiapkan segalanya untuk Raisa. Makan malam itu sangat indah, lampu-lampu yang berwarna-warni menghiasi indahnya restoran itu, bunga mawar yang tersusun rapi di setiap sudut restoran itu menambah suasana menjadi romantis. "Raisa, bunga mawar nan indah ini hanya untukmu". Ucap Rendi. "Rendi, terima kasih banyak untuk semuanya" Sahut Raisa. Malam makin larut, Rendi pun mengantarkan Raisa pulang. Raisa sangat bahagia dan terharu dengan semua yang Rendi lakukan padanya.
Hari ke-4, Rendi mengajak Raisa menonton film di bioskop. Rendi menjemput Raisa untuk menonton film bersama. Setelah sampai di sana, mereka nonton bersama, makan bersama, dan bercanda tawa penuh kebahagiaan dan kenyamanan. Setelah mereka selesai nonton film itu, tak lupa Rendi memberikan bunga mawar untuk Raisa. "Ren, aku nggak tau lagi harus ngomong apa, terima kasih untuk semuanya, bunga mawar yang selalu kau berikan untukku, akan ku simpan selalu." Kata Raisa. Rendi pun hanya tersenyum penuh makna.
Hari-hari pun berlalu, hari demi hari mulai berganti. Rendi tak pernah henti-hentinya mengirimkan bunga mawar kepada Raisa. Hingga hari ke-28. Rendi dan Raisa pergi ke pantai. Di sana, Rendi memberikan bunga mawar untuk Raisa. Alangkah indahnya Raisa mengingat semua kenangan bersama Rendi. Mereka duduk di tepi pantai, memandang ombak di lautan yang kian menepi, burung camar terbang bermain di derunya air, suara alam ini menghangatkan jiwa mereka. Sementara, sinar surya perlahan kian tenggelam, Rendi menyanyika sebuah lagu untuk Raisa, suara gitar Rendi mengalunkan melodi tentang cinta. Raisa pun tertidur di bahu Rendi, Rendi menggendong Raisa sambil berjalan di atas pasir putih dan hembusan angin yang menyelimuti tubuhnya.
Hari ke-29. Rendi barulah menyatakan cinta yang sesungguhnya kepada Raisa. Rendi benar-benar merasakan kedamaian hati dan ketentraman jiwa saat bersama Raisa. "Raisa, aku ingin mengatakan suatu hal kepadamu" Ucap Rendi. "Tahukah kamu bagaimana perasaan ini? berhari-hari aku menunggu waktu yang tepat untuk menyatakan perasaan ini, hatiku bimbang, resah tak menentu menahan rasa cinta di hati ini. Sesungguhnya kata-kata saja tidak cukup untuk mewakili perasaanku padamu, saat bersamamu, hatiku damai, jiwaku tentram, aku tak tau lagi harus berkata apa, kau telah menempati ruang kosong di hatiku, kau telah berhasil membuatku lelah, lelah memikirkanmu, Raisa,, jujur, aku mencintaimu, terimalah bunga mawar ini jika kamu benar-benar mencintaiku juga,". Rendi pun berharap agar Raisa mau menerimanya. "Rendi, maafkan aku, aku tidak bisa." Jawab Raisa. "Tapi kenapa?" Rendi pun bertanya-tanya. "Aku tidak bisa menolakmu." Jawab Raisa dengan senyuman penuh arti, bahwa dia menerima Rendi. Rendi pun tak sanggup lagi berkata-kata, Rendi memeluk Raisa dengan erat. Kehangatan dan haru pun menyelimuti suasana mereka.
Waktu terasa semakin berlalu, kini tibalah pada saatnya. Hari ke-30. Waktu menunjukkan pukul 07.00 pagi. Seperti biasa mereka pergi ke kampus bersama. Namun, di pagi itu Rendi belum memberikan bunga mawar untuk Raisa. Setelah pulang dari kampus, mereka berniat akan pergi ke pantai bersama lagi. Waktu menunjukkan pukul 15.30 siang. Mereka menghabiskan waktu bersama di pantai itu, sambil memandang langit biru. "Raisa, semoga saja hari ini adalah hari terindah dari sekian hari-hari yang pernah kita jalani." Ucap Rendi. "Jujur, aku belajar banyakhal bersamamu,ku ingin kita bersama selamanya." Sahut Raisa yang merasa sedih di hari ke-30 ini. Pukul 16.30 "Sebentar lagi kita akan melihat sunset bersama." Kata Rendi. Aku ingin membeli bunga mawar untuk Raisa (Kata Rendi dalam hatinya). Kini, waktu menunjukkan pukul 17.20. "Raisa, tunggulah sebentar di sini." Ucap Rendi. "Memangnya ada apa Ren?" Tanya Raisa heran. "Ada deeehh,, rahasia !! nanti kamu juga tau." Jawab Rendi yang akan memberi kejutan untuk Raisa."Tapi kamu jangan lama-lama ya !" Sahut Raisa. Rendi pun langsung bergegas ke persimpangan jalan itu untuk membeli bunga mawar. Raisa hanya menunggu sambil melihat ombak di lautan yang kian menepi. Selang beberapa menit kemudian, Rendi tidak kunjung datang, Raisa benar-benar khawatir akan sesuatu yang terjadi pada Rendi. Raisa pun bangun dari duduknya, dan mencari Rendi di dekat peersimpangan jalan itu. Raisa melihat betapa ramainya jalan itu. Raisa penasaran dan langsung bergegas ke jalan itu. "Ada apa sih? kok ramai sekali ya?" Tanya Raisa. "Ada kecelakaan dik." Sahut lelaki separuh baya itu. Raisa ingin melihat siapa yang mengalami kecelakaan itu, tetapi kerumunan orang itu membuat Raisa sulit melihatnya. "Permisi, permisi !" Kata Raisa pada orang-orang di jalan itu. Raisa pun melihat orang itu, dan ternyata....?? "Hah??? Rendiiii !!!!!!" Teriak Raisa. Ternyata dia adalah Rendi, Rendi tergeletak bersimbah darah di sekujur tubuhnya, di tangan kanannya terdapat bunga mawar yang terselipkan sebuah surat.
"Raisa, terima kasih untuk semua waktumu yang kamu berikan sepenuhnya untukku. Aku berharap, bunga ini bukanlah bunga terakhir dariku untukmu." Raisa pun langsung berlinang air mata. Raisa langsung memeluk Rendi dengan erat, sebagaimana Rendi pernah memeluk Raisa pada waktu itu. Ternyata, Bunga mawar ini adalah bunga terakhir yang dipersembahkan Rendi untuk Raisa (wanita yang dicintainya). Berakhir lewat bunga, seluruh cinta Rendi untuk Raisa dan bunga terakhir itu adalah satu tanda cintanya pada Raisa.
By : Afriana.A

Waaaahh gue pernah baca, keren nih asli :)
BalasHapusHahahaha tengkyu yeee bir =D
BalasHapus